"Presiden Jokowi mengatakan akan menyetop PRT ke luar negeri, katanya tidak bermartabat. Ini perendahan profesi PRT," ujar Koordinator Jaringan Advokasi Nasional Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT) Lita Anggraini saat diskusi di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI), di Jakarta, Minggu (15/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga diucapkan aktivis perempuan Jaringan Kerja Legislasi Pro Perempuan, Nursyahbani Katjasungkana. "Siapa yg tidak bermartabat? Semua pekerjaan yang halal itu terhormat asalkan tidak melanggar etika dan moral," ujarnya usai diskusi. Menurutnya, PRT selama tidak melanggar etika dan moral merupakan pekerjaan yang terhormat dan bermartabat.
"Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon menyerukan pimpinan negara untum mendengarkan suara rakyat. Bagaimana pemimpin Indonesia tidak mendengar suara rakyat dan hanya diambil suaranya pada pemilu dan setelah itu tidak mau mendengarkan perjuangan PRT yang sudah sejak 2004-2009?" ujarnya.
Sebelumnya, di hadapan peserta Musyawarah Nasional Partai Hanura yang digelar di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat lalu, Presiden Jokowi berpidato. Dalam pernyataannya pada kesempatan itu, Jokowi memaparkan hasil kunjungannya ke luar negeri dan permasalahan tenaga kerja Indonesia dan pembantu rumah tangga merupakan masalah yang ia terangkan.