"Kan jelang pilpres dia mengumumkan kasus BLBI, megakorupsi Megawati akan diproses, Mega juga akan dipanggil. Di situlah Abraham sudah menjadi T.O, karena kasus ini tidak berdiri sendiri," ujar Rachma di Jakarta, Kamis (19/2).
Kriminalisasi terhadap Abraham dan pimpinan komisi antirasuah lainnya, menurut Rachma, bertujuan untuk mengandaskan upaya pemberantasan korupsi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya masalah ini ada di Megawati, yang membuat Jokowi lama mengambil keputusan dan tetap ngotot agar BG dilantik. Kita tau BG itu mantan ajudan Megawati," ujarnya.
"Kasus itu harus dilanjutkan karena akan menjadi preseden. Kalah dihentikan, semua koruptor akan melakukan hal yg sama seperti Budi. Pengadilan akan penuh. Akan ada kekosongan hukum dan yang berjaya akhirnya adalah koruptor," tegasnya.
Rachma pun menilai, Presiden Joko Widodo memegang peran penting dalam silang-sengkarut ini. Menurutnya, Jokowi harus menunjukkan kemauan politik bahwa pemberantasan korupsi harus terus dijalankan.
"Ini kembali kepada presiden. Bagaimana dia bisa menarik benang kusut ini," ucapnya. (meg)