"Macam-macam pokoknya. Tidak cuma dimaki-maki, bahkan ada staf yang dipukul dan disandera," ujar Nawek Aliun, penumpang pesawat Lion Air kepada CNN Indonesia, Jumat (20/2)
Nawek Aliun, 33 tahun, berkisah harus menunggu lebih dari tujuh jam untuk masuk ke pesawat Lion Air JT 363 rute Jakarta-Bengkulu. Pesawat JT 363 yang seharusnya berangkat pada pukul 08.00 WIB, baru terbang pada pukul 15.15 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nawek, mayoritas yang mengamuk pada Kamis (19/2) pagi adalah calon penumpang Lion Air yang seharusnya terbang pada Rabu (18/2) sore. Nawek menilai mereka pantas marah karena terlantar lebih dari 14 jam dan terpaksa menginap di ruang tunggu bandara yang dingin.
"Suasana semakin mencekam pada jam 08.00 WIB ketika ada pengumuman pesawat tujuan Padang akan diberangkatkan. Saat itu tidak hanya penumpang tujuan Padang yang masuk ke pesawat, tetapi penumpang jurusan Pekanbaru dan Medan ikut masuk dan memaksa pilot untuk menerbangkan pesawat ke Pekanbaru dan Medan, " jelasnya.
Nawek beruntung saat ini sudah mendarat di Bengkulu dan bertemu dengan keluarganya. Sebab, sampai malam ini masih banyak calon penumpang Lion Air yang terlantar di terminal 1 dan 3 Bandara Soekarno-Hatta.