Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Ruki selaku Plt Ketua KPK langsung meminta pihak kepolisian dan kejaksaan agung untuk membantu menyediakan tambahan anggota penyidik bagi lembaga yang dipimpinnya.
"Saya bertanya pada pimpinan KPK yang lain tadi mengenai bagaimana kondisi personel kita. Ternyata hasilnya kami sangat kekurangan penyidik dan penuntut umum. Saya minta ke Kapolri jangan melemahkan KPK. Oleh karena itu saya minta untuk disediakan bantuan penyidik dari Polri. Pak Kapolri sudah bilang siap, besok langsung dikirimkan 50 penyidik. Jaksa Agung juga menyatakan siap membantu," ujar Ruki di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (20/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun akan menerima bantuan tenaga penyidik, namun Ruki menjamin proses seleksi akan tetap dilakukan oleh KPK. Seleksi harus dilakukan agar kualitas penyidik yang dimiliki KPK terjaga. Apalagi, diketahui tugas yang diemban oleh KPK sangat berat untuk memberantas tindak pidana korupsi di negara ini.
Jumat (20/2) sore, tiga Pimpinan KPK diketahui datang ke Mabes Polri untuk berbincang-bincang dengan Wakapolri dan jajaran petinggi Polri lainnya. Ketiga orang yang datang ke Mabes Polri adalah Taufiequrachman Ruki, Adnan Pandu Praja dan Indrianto Seno Adji.
Dalam pertemuan antara petinggi KPK dan Polri tersebut berlangsung pembahasan mengenai kebutuhan penyidik oleh KPK, putusan sidang praperadilan, dan permasalahan hukum yang diduga menjerat penyidik KPK beberapa hari belakangan. (utd)