Pria yang juga terdaftar sebagai anggota Komisi I DPR RI tersebut mengatakan dirinya siap jika memang Presiden Indonesia Joko Widodo memilih dirinya untuk menjadi Kepala BIN menggantikan Letnan Jenderal (Purn) TNI Marciano Norman. Dia pun menganggap publik sah-sah saja jika memang ingin mencalonkan dirinya sebagai Kepala BIN yang baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Soal diganti atau tidak itu menjadi hak prerogatif presiden. Saya tidak bisa berkomentar banyak soal itu," lanjutnya.
"Calon-calon Kepala BIN yang baik menurut saya adalah Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, politisi PDIP TB. Hasanuddin, Andreas Parera, dan peneliti LIPI Ikrar Nusa Bhakti," ujar Al Araf pada acara diskusi bertajuk 'Tarik Ulur Kepala Badan Intelijen Negara' di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta, Senin (23/2).
Calon Kepala BIN baru dipandang lebih baik jika tidak berasal dari elemen militer yang masih aktif. Selain itu, jaminan bahwa kepala BIN terbebas dari potensi pelanggaran HAM di masa lalu juga harus menjadi bahan pertimbangan Presiden dalam menentukan orang yang akan menduduki jabatan tersebut. (pit)