"Jadi penghentian kerja sama dagang atau pertahanan lebih banyak ruginya di Brasil daripada Indonesia. So, we are again upper hand in terms of strategic play," ujar Hanafi saat dihubungi CNN Indonesia, Selasa (24/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut sejumlah kerugian yang akan dirasakan Brasil, seperti penurunan neraca dagang sebagai akibat dari berkurangnya ekspor Brasil ke Indonesia.
Wakil Ketua Komisi I Tantowi Yahya sebelumnya tidak menutup kemungkinan penghentian kerja sama dengan Brasil. Salah satu kerja sama dalam bidang alat utama sistem pertahanan (alutsista) bersama Brasil adalah pembelian 16 pesawat Super Tucano EMB-314 buatan Brasil, dan pemesanan beberapa sistem peluncur roket dari Brasil.
Hubungan diplomatik dengan Brasil terganggu setelah eksekusi mati terhadap terpidana mati narkotik asal negara itu yakni Marco Archer Cardowo Moreira, 18 Januari lalu. Presiden Brasil Dilma Roussef langsung menarik duta besarnya dari Jakarta.
Ketegangan semakin terasa setelah Brasil menunda penyerahan credential Duta Besar Indonesia untuk negara itu Toto Riyanto sebagai bentuk protes hukuman mati. Toto Riyanto akhirnya dipanggil pulang ke Indonesia, Jumat (20/2).
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, hubungan Indonesia-Brasil "sedang dipertimbangkan". (rdk)