Soal pencalonan, katanya, Jokowi sudah melakukan penilaian terhadap seluruh calon. “Beliau sudah meneropong, terserah beliau saja,” katanya.
Menurut Asad semua kandidat yang pernah disebutkan media pada dasarnya baik. Oleh karena itu, ia menyerahkan sepenuhnya pilihan kepada Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asad berpandangan, saat ini yang harus diperbaiki BIN adalah memperbaiki undang-undang, meperbaiki keadaan sosial dan agama, dan lain sebagainya.
"Calon-calon Kepala BIN yang baik menurut saya adalah Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, politisi PDIP TB. Hasanuddin, Andreas Parera, dan peneliti LIPI Ikrar Nusa Bhakti," ujar Al Araf pada acara diskusi bertajuk 'Tarik Ulur Kepala Badan Intelijen Negara' di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta, Senin lalu.
Calon Kepala BIN baru dipandang lebih baik jika tidak berasal dari elemen militer yang masih aktif. Selain itu, jaminan bahwa kepala BIN terbebas dari potensi pelanggaran HAM di masa lalu juga harus menjadi bahan pertimbangan Presiden dalam menentukan orang yang akan menduduki jabatan tersebut.