Instruksi DPP PPP tersebut diungkapkan oleh Ketua DPP Arsul Sani saat dihubungi CNN Indonesia, Selasa pagi (3/3). “Semalam DPP PPP rapat bersama DPW PPP DKI Jakarta, kami perintahkan agar DPW menginstruksikan Fraksi PPP DPRD DKI menarik dukungan hak angket,” kata Arsul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arsul, yang duduk di Komisi Hukum DPR ini menyebutkan Fraksi PPP DPRD DKI memiliki 10 kursi. Jumlahnya tersebut lebih banyak daripada NasDem dan PKB. Menurut Arsul, dari 10 kursi tersebut setidaknya lima kursi suaranya pro PPP kubu Romy.
Arsul mengatakan, sebaiknya DPRD DKI tidak langsung mengajukan hak angket namun terlebih dulu menggunakan haknya yang lain yaitu interpelasi. “Pakai hak bertanya dulu melalui interpelasi kepada gubernur, lebih soft. Kita landaskan pada prasangka baik dulu,” ujarnya.
Arsul menilai penggunaan hak angket terbukti telah menimbulkan kegaduhan politik baru antara pihak gubernur dengan DPRD. “Kontraproduktif secara politik, tak sejalan dengan aspirasi rakyat Jakarta,” kata Arsul menjelaskan. Dia menambahkan, sikap DPP PPP mendukung langkah Ahok melaporkan kasus dana siluman APBD Rp 12,1 triliun ke Komisi Pemberantasan korupsi. "Kami persilakan Ahok melapor," ucapnya. (obs)