“Ada beberapa orang Indonesia yang pergi ke luar negeri lalu menghilang. Ini harus diwaspadai. Data dari BIN (Badan Intelijen Negara) dan Polri terkait hal itu sudah masuk,” kata Tedjo dalam Rapat Pimpinan TNI dan Polri di Jakarta, Selasa (3/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, tegas Tedjo, pemerintah tak akan membatasi pelajar Indonesia yang akan menimba ilmu ke Timur Tengah, sebab para pelajar terdata dengan baik di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) masing-masing negara.
Pentingnya pencegahan juga dikemukakan oleh Presiden Jokowi. Ia mengingatkan, jangan sampai masalah terorisme diselesaikan ketika aksi teror sudah terjadi. Di situlah intelijen berperan penting untuk mencari informasi dan data-data di lapangan.
Rapim TNI-Polri ini selain dihadiri oleh Jokowi dan Menkopolhukam, juga Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala BIN Marciano Norman, Panglima TNI Moeldoko, dan Wakapolri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti. (agk)