“Saya dipanggil terkait klarifikasi mengenai Payment Gateway. Itu berkaitan dengan pelayanan publik yang dianggap bisa mengatasi keluhan masyarakat,” kata Amir usai menjalani pemeriksaan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/3).
Menurut Amir, dia diperiksa di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim soal kelambanan pelayanan penerbitan paspor. “Payment Gateway ini dinilai kurang serasi dengan Kementerian Keuangan,” kata politikus Demokrat itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika soal ini ditanyakan kepada Amir, dia mengatakan penyidik sama sekali tidak menyebut nama Denny. Amir juga mengaku tidak tahu soal kasus itu. "Saya hanya melihat dari sisi kelancaran pelayanan publik," ujarnya.
Alat Payment Gateway diluncurkan Kemenkumham pada Juli 2013. Alat ini dibuat dalam rangka reformasi birokrasi di bidang pelayanan publik, khususnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan paspor.
Lewat alat itu, pemohon paspor diberi kemudahaan dalam melakukan pembayaran biaya paspor menggunakan kartu debit atau kartu kredit dengan menggesek melalui mesin electronic date capture (EDC). (agk)