"Saya siapkan program prioritas yang perlu dilakukan Polri pada tahun 2015," ujar Badrodin kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (13/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badrodin menambahkan, dirinya tidak takut akan terjadi politisasi dalam proses fit and proper test di DPR. Pernyataan tersebut dia sampaikan menjawab banyak dugaan akan muncul politisasi dan halangan saat fit and proper test di DPR.
Seperti diberitakan, Presiden Joko Widodo telah menunjuk Badrodin untuk menjadi calon Kapolri tunggal menggantikan pencalonan Komisaris Jenderal Budi Gunawan yang menjadi tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penunjukan Badrodin dilakukan saat Jokowi menyampaikan pidato resmi di Istana Negara, 18 Februari lalu.
"Untuk menciptakan ketenangan serta memerhatikan kebutuhan Polri untuk segera dipimpin oleh seorang Kapolri yang definitif, maka hari ini kami mengusulkan calon baru yaitu Komisaris Jenderal Badrodin Haiti untuk mendapatkan persetujuan DPR sebagai Kapolri," kata Jokowi saat itu.
Penunjukan Badrodin sekaligus menghentikan polemik mengenai nama calon pengganti Budi Gunawan. Saat ini mencuat sejumlah nama jenderal berbintang tiga sebagai calon Kapolri. Di antaranya yaitu Komjen Suhardi Alius. (rdk)