Di tengah suasana duka tadi malam, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa ini mengungkapkan pesan terakhir yang sempat disampaikan Haryanto Taslam sekitar sebulan lalu.
Kepada CNN Indonesia, Faisol menceritakan ketika itu adiknya yang satu partai dengan Taslam di Gerindra memberitahu bahwa Taslam mengajak bertemu. “Adik saya bilang saya dicari-cari oleh Mas Taslam, diminta untuk ketemuan,” ujar Faisol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taslam, yang juga menjadi salah satu dari sekian aktivis yang diculik selama periode 1997/1998 oleh Tim Mawar, saat bertemu kondisinya sudah tampak sangat tidak sehat. “Sudah cuci darah tiga kali seminggu. Waktu itu rencananya kami mau ketemuan di lantai atas tapi Mas Taslam bilang dia sudah tidak kuat lagi kalau harus ke atas dan minta bertemunya di lantai bawah saja,” tutur Faisol.
Faisol menuturkan, Taslam mengaku kalau Prabowo mau membantu maka bebannya menjadi berkurang. Taslam juga mengatakan ia ingin sekali bertemu Prabowo namun kondisi kesehatannya tak mendukung. Faisol tak mengetahui apakah Taslam sudah sempat menyampaikan ke Prabowo atau belum. “Paling tidak beban moral dan psikologis ku tidak terlalu berat yang aku rasakan, salah satunya kepada keluarga Herman di Bangka,” lanjut Faisol kembali menirukan ucapan Taslam.
Faisol menyatakan, sejauh ini tidak ada pelaku lain selain Tim Mawar yang melakukan perbuatan tersebut. “Yang saat itu di bawah kendali Pak Prabowo,” ucap staf khusus Menpora ini.
Sebagai sesama korban penculikan, Faisol turut merasakan bahwa pesan tersebut juga ditujukan untuk dirinya agar ikut terus membantu para keluarga korban penculikan. “Saya menangkap pesan itu juga berlaku bagi saya untuk membantu. Saya akan bantu,” kata Faisol.
Pria kelahiran Probolinggo 1 Januari 1973 yang dulu menjadi pimpinan Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini menyebutkan kondisi ekonomi para keluarga korban penculikan umumnya kekurangan. “Kami sebagai sesama korban selama ini juga tetap komunikasi dan bertemu, bahkan kami sudah seperti keluarga sendiri,” tutur Faisol. (obs)