“Mengenai keikutsertaan sudah kami evaluasi dan diputuskan di setop, karena kami sedang mengalami musibah,” ujar Kepala Dinas Penerangan AU Marsekal Pertama Hadi Tjahyanto ketika dihubungi CNN Indonesia, Minggu (15/3).
Menurut Hadi, TNI AU dipastikan mengalami kerugian atas terjadinya musibah tersebut karena dua pesawat yang bertabrakan sudah dipastikan tidak bisa lagi digunakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rugi US$ 14 Juta
Berdasarkan laman resmi pabrikan, diketahui harga satu unit pesawat berkategori turboprop tersebut dibanderol dengan harga US$ 7 juta per unit. Sehingga dengan dua pesawat yang mengalami kecelakaan diperkirakan kerugian yang diderita negara sekitar US$ 14 juta.
Berdasarkan penelusuran CNN Indonesia, TNI AU diketahui membeli KT-1B Wong Bee dari KAI Aerospace pada 2003 dan 2006 lalu masing-masing sebanyak tujuh unit dan 12 unit. (gen)