"ISIS itu adalah idealisme, mereka tidak perlu mendatangi ke setiap tempat untuk mengajak bergabung," kata Rikwanto saat berbincang di kantornya, Jakarta, Senin (16/3). Menurutnya, justru kelompok teroris yang ada di Poso yang memutuskan untuk berafiliasi dengan ISIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia sebenarnya enggan menyebut Poso sebagai markas ISIS di Indonesia. Hal tersebut, menurutnya, sama dengan menciderai wilayah tersebut.
"Itu kan menunjukkan ada sebuah bentuk penjembatanan," ujarnya.
Empat orang tersebut ditangkap kepolisian September tahun lalu. Saat itu diduga mereka berhubungan dengan kelompok teroris Santoso.
Ketika ditanyai apakah kelompok Santoso berhubungan dengan ISIS, Rikwanto membenarkan.
Belakangan ini telah berkali-kali terjadi keberangkatan WNI ke Suriah yang diduga terkait dengan ISIS. Setelah keberangkatan WNI lewat Malaysia dan Bandara Soekarno-Hatta berhasil dideteksi akhir tahun lalu, terakhir pemerintah Turki menahan 16 WNI yang hendak menyeberang ke Suriah pada Rabu (11/3).
Sebelumnya, juga ada sebanyak 16 WNI dikabarkan menghilang ketika mereka berkunjung ke Turki dengan menggunakan biro perjalanan resmi Smailing Tour dari Indonesia. Namun, pemerintah telah memastikan kelompok tersebut berbeda dengan yang telah diamankan. (hel)