Kapolres Cianjur, Ajun Komisaris Besar Dedy Kusuma Bakti menjelaskan, pemantauan itu dilakukan tidak hanya terhadap Chep Hernawan, tetapi terhadap semua ormas, atau pun orang yang dianggap berkaitan dengan radikalisme, atau upaya yang bertentangan dengan Pancasila.
"Pantauan itu terus kita lakukan, sudah lama itu. Kita ingin menjaga kondisi tetap aman lah," ujarnya saat dihubungi CNN Indonesia, Minggu (23/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, Bachrumsyah, orang berjubah hitam dalam video yang beredar di youtube dan mengajak warga Indonesia untuk bergabung dengan ISIS. (Baca juga: Cerita WNI yang Mengklaim Bertemu Abubakar Al-Baghdadi).
Chep ketika dihubungi CNN Indonesia memang mengaku pernah memberangkatkan orang ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Menurut pengakuan Chep, dia sempat menghabiskan duit hampir Rp 1 miliar untuk membiayai keberangkatan beberapa orang menuju Suriah. Chep mengatakan, kebanyakan dari warga Indonesia yang ia berangkatkan berasal dari Jawa.
Alasan Chep melakukan pendanaan pemberangkatan orang-orang ke Suriah, lantaran ia ingin menyalurkan keinginan banyak warga untuk berjihad. Daripada melakukan kerusakan di dalam negeri, tambahnya, ”Mending saya berangkatkan.”
sebelumnya, Mabes Polri menyatakan melakukan penyelidikan terhadap tokoh Islam asal Cianjur, Jawa Barat, yang mengaku pernah menjadi donatur Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Chep Hermawan. "Dia sudah mengaku menjadi donatur ISIS, tapi kami masih mendalami," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Komisaris Besar Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (18/3).
Dia juga menyatakan, polisi tidak bisa begitu saja menuduh seseorang sebagai teroris. "Banyak orang di Indonesia yang kelebihan dana seperti itu, dana itu digunakan untuk apa, itu yang kita harus dalami." (hel)