As'ad menyampaikan, pemerintah perlu mewaspadai pengiriman orang-orang ke Suriah maupun Irak yang diindikasi akan bergabung dengan ISIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Pol Saud Usman Nasution. Menurutnya ancaman ISIS di Indonesia patut diwaspadai lebih jauh.
Tak hanya itu, wilayah Poso juga disebut-sebut sebagai basis ISIS di Indonesia yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.
"Abubakar al-Baghdadi (pimpinan tertinggi ISIS) sudah bilang kalau mau berlatih silakan datang ke Poso," ucap Saud.
Sebagaimana diketahui, Polri kini tengah memburu dan telah menangkap para donatur atau orang yang memfasilitasi para warga Indonesia yang ingin pergi ke Suriah atau Irak untuk bergabung dengan ISI. Pada Sabtu (22/3) kemarin, Polres Cianjur menangkap Chep Hernawan. Meski dia ditangkap dalam kasus penipuan, tapi Chep mengaku telah memberangkatkan sebanyak 156 orang ke Suriah. (Baca juga:Donatur Akui Sudah Danai Kepergian Seratusan Simpatisan ISIS).
Hari ini, Densus 88 telah menggelah empat lokasi, yakni Cisauk Tangerang Selatan, Tambun Bekasi, Petukangan Jakarta Selatan, daerah antara Cileungsi dan Bogor. Sebelum penggeledahan itu, kemarin, Densus menangkap dua orang yang diduga sebagai donatur yang memberangkat simpatisan ke Suriah.
Mereka adalah M.Fachri. Dia duga terlibat pembinaan, pengarahan, perekrutan simpatisan ISIS untuk diberangkatkan ke Suriah atau Irak baik secara langsung ataupun online. Dia juga mengumpulkan dana untuk kegiatan ISIS di Indonesia, atau memberangkatkan simpatisan ke Suriah atau Irak untuk bergabung dengan ISIS.
Dia juga pengelola website www.almustaqbel.net yang mengunggah berita provokasi dan kebencian agar orang bergabung dengan ISIS. Penyandang dana lain untuk memberangkatkan orang Indonesia untuk bergabung dengan ISIS adalah Amin Mude. (hel)