"Dari Februari tahun lalu hingga Februari tahun ini ada peningkatan angka kejadian sebanyak 4 persen. Peningkatannya memang tidak terlalu signifikan. Sebetulnya yang prestasi itu adalah pengungkapannya yang meningkat 48 persen pada periode yang sama. Menurut saya upaya yang dilakukan Polri cukup baik," ujar Badrodin di kantornya, Jakarta, Senin (23/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolda Metro Jaya Inspektur Unggung Cahyono menuturkan patroli tersebut tidak hanya dikonsentrasikan di satu wilayah tapi juga di beberapa wilayah rawan berdasarkan pemetaan yang dilakukan petugas.
Sebelumnya, pada akhir Februari, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan pihaknya telah memetakan enam jaringan begal yang beraksi di Jakarta dan wilayah sekitarnya berasal dari wilayah Lampung, Pandeglang, Karawang, Bogor, Depok dan Bekasi. Sementara itu, berdasarkan data Polda Metro Jaya, sepanjang Januari 2015 tercatat sebanyak 80 kasus begal yang terjadi di Depok, Tangerang dan Bekasi.
Ke-80 kasus tersebut terdiri dari 31 penodongan, 45 perampasan dan empat perampokan. Pihak Polda Metro Jaya juga telah melakukan Operasi Cipta Kondisi untuk mengantisipasi berulangnya kejahatan begal di DKI Jakarta dan sekitarnya pada tahun ini. (utd)