Hal itu dikonfirmasi Diplomat Utama Kementerian Luar Negeri Adiyatwidi. Ia menyebutkan, selain Korea Utara, sudah ada 12 negara lain yang mengkonfirmasi kedatangan kepala negara mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala negara yang terindikasi kuat menghadiri acara Peringatan 60 Tahun KAA antara lain presiden dari Afrika Selatan, Srilanka, dan perdana menteri Iran, Jepang, Nepal, Sultan Brunei Darussalam, serta perwakilan dari Irak, Mesir, dan Yordania yang belum ditentukan.
Adiyatwidi mengatakan, para kepala negara yang belum memberikan konfirmasi biasanya karena kesibukan masing-masing. Tak jarang dari mereka yang bahkan memberikan konfirmasi kehadiran beberapa saat sebelum acara dimulai.
"Biasanya last minute juga. Tergantung kesibukan mereka. Kan seharusnya kalau mengundang presiden harus enam bulan sampai setahun sebelumnya. Mereka belum bisa memutuskan. Bisa saja di negaranya sedang ada masalah, membahas anggaran misalnya," kata Adiyatwidi.
Undangan Peringatan 60 Tahun KAA disebar kepada 109 kepala negara yang terdiri dari 55 negara Asia, 54 negara Afrika, dan 25 organisasi internasional. Dari 109 negara yang diundang, 83 di antaranya mengkonfirmasi kehadiran mereka.
"Deadline tujuh hari sebelum pelaksanaan," ujar Kepala Kantor Staf Kepresidenan yang juga menjadi Penanggungjawab Panitia Nasional Peringatan 60 Tahun KAA, Luhut Binsar Panjaitan.
Kegiatan peringatan KAA terdiri atas dua segmen besar. Segmen pertama adalah Konferensi Tingkat Tinggi Negara Asia-Afrika yang akan digelar di Jakarta pada 19-23 April 2015. Sementara segmen kedua yaitu prosesi peringatan yang akan dilakukan di Bandung pada 24 April 2015.
Untuk segmen Konferensi Tingkat Tinggi Negara Asia-Afrika yang akan dilakukan di Jakarta, rencananya akan digelar beberapa pertemuan. Sementara untuk segmen peringatan yang akan dilakukan di Bandung, selain acara pokok, juga akan digelar acara besar sampingan yakni Asia-Afrika Summit dan Asia-Africa Carnival yang dikelola oleh Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Wali Kota Bandung. (agk)