Pilihan Redaksi |
Dia menjelaskan, razia yang digelar kepolisian Lhokseumawe dan Aceh Utara dilakukan dengan acak dan tak dilakukan dalam waktu yang sama di setiap harinya. "Razia itu di jalan dan di acak, sehingga masyarakat tidak tahu jadwal kami melakukan operasi," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang kalau kelompok-kelompok yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dari Aceh Utara sudah masuk dalam target pencarian kami. Tetapi apakah mereka terkait dengan penembakan, masih tergantung hasil pengembangan kami nantinya," ujar Saladin.
Sebelum ditemukan terbunuh dengan luka tembak dan belasan selongsong peluru di sekitar jenazah, kedua serdadu tersebut dilaporkan hilang setelah berkunjung ke kediaman Mukim Daud, di Dusun Alue Mbang, kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara.
Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar mengenai adanya sebuah mobil berwarna hitam yang membawa dua orang serdadu tersebut, polisi sempat menurunkan 13 anggota Satintelkam (Satuan Intelijen dan Keamanan) serta Satnarkoba (Satuan Narkoba) Polres Lhokseumawe.
Kami juga sudah menggelar razia di daerah-daerah yang bersebelahan dengan lokasi ditemukannya jenazah.Kepala Divisi Humas Polda Aceh - AKBP Saladin |
Di sebuah kebun, di Desa Batee Pilah, jenazah keduanya ditemukan dalam kondisi tertelungkup, hanya mengenakan pakaian dalam, dan dalam kondisi tangan terikat.
Kedua jenazah dimakamkan di dua lokasi terpisah pada sore hari setelah ditemukan.
Dengan upacara militer, jenazah Sersan Satu Indra Irawan (41) dimakamkan di TPU Desa Pulogading, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, sedangkan jenazah Sersan Dua Hendrianto (36) dimakamkan di TPU Desa Kutablang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. (meg)