Tim yang dipimpin Komisaris Besar Krishna Murti itu merupakan gabungan dari berbagai fungsi Polri seperti ahli forensik, tim intelijen, dokter kepolisian, dan tim khusus perlindungan perempuan dan anak. Mereka berasal dari Divisi Hubungan Internasional, Badan Pemelihara Keamanan, Badan Intelijen dan Keamanan, Lembaga Pendidikan, dan Kedokteran Kepolisian.
"Kalau tidak ada halangan, setelah koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, besok berangkat," ujar Agus.
Tim tersebut direncanakan untuk berada di Yaman sekitar dua pekan. Namun, pelaksanaannya dapat menyesuaikan tergantung kondisi di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merujuk pada data Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, sekarang sebanyak 4.159 WNI masih menetap di berbagai kawasan di Yaman.
Evakuasi lokal terakhir kali dilakukan kemarin. Sebanyak 90 orang dilarikan dari KBRI Sanaa ke Al Hudaydah.
Yaman semakin berkobar saat koalisi serangan udara di bawah komando Arab Saudi melancarkan serangan guna memukul mundur pemberontak Syiah Houthi yang mengincar Aden, benteng terakhir pemerintahan Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansour Hadi.
Saudi memulai serangan para Rabu malam lalu dan Hadi telah angkat kaki dari negaranya pada Kamis. Ia kini berada di Riyadh. (sip)