"Yang memilih ketum itu orang partai bukan umum. Survei enggak perlu dibaca dan enggak perlu ditanggapi. Pak Jokowi juga tidak mau jadi ketum. Ini urusan internal kok disurvei, bagaimana?" ujar pria yang akrab disapa FX Rudy ini di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (1/4).
Menurut dia, kongres yang akan digelar pada 8 hingga 12 April 2015 di Denpasar, Bali, nanti bukan untuk mencari ketum baru melainkan mengesahkan Megawati untuk kembali menduduki kursi pimpinan partai itu. Hal tersebut juga merupakan mandat dari Rapat Kerja Nasional tahun 2014 di Semarang, Jawa Tengah.
"Kongres besok cuma mengetuk palu Mbak Mega jadi ketum karena sudah selesai Rakernas kemarin," kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi isu tersebut, FX Rudy tidak banyak berkomentar. "Waketum namanya tidak perlu, yang penting ketua umum ada, ketua DPP ada, seperti kongres kemarin-kemarin. Mbak Puan sudah jadi menteri kok," ujar dia. Ia berpandangan, jabatan wakil ketua umum tidak perlu dibentuk.
Ia pun menuturkan, Megawati berwenang penuh untuk menentukan posisi apa yang diberikan untuk Puan. "Nanti tergantung Ketua Umum. Kalau bicara nonaktif, menurut saya, tidak ada istilah partainya terlantar atau tidak, karena kolektif kolegial. Semua bisa," kata dia. (utd)