"Saat itu terjadi kontak senjata dalam waktu sekitar satu jam di Pegunungan Sakina Jaya, serta terjadi ledakan bom milik orang tak dikenal pada saat melakukan perlawanan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Komisaris Besar Rikwanto, Sabtu (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Atas kejadian tersebut, Tim Densus 88 Antiteror yang langsung melakukan penyisiran melihat sekitar 12 orang tak dikenal. Saat itu tembakan peringatan dilepas, dan orang-orang tak dikenal itu membalas dengan rentetan tembakan," kata Rikwanto.
Wakapolri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti mengatakan Densus 88 terus melakukan penyisiran dan mendapat tambahan personel dari kota Poso, lantaran Poso kini telah dijaga oleh pihak TNI yang tengah melakukan latihan gabungan.
"Yang di Poso ada latihan TNI, kami tidak ikut di pelatihan sehingga kami tarik pasukan ke Parigi. Poso telah diamankan TNI, dan kami lakukan pengejaran, sampai sekarang," ujarnya kepada CNN Indonesia.
Badrodin mengatakan sampai saat ini pihaknya belum merasa perlu mengirimkan pasukan bantuan dari Mabes Polri. (Lihat fokus: Akhir Perlawanan Daeng Koro) (agk)