Keberlanjutan sidang praperadilan ini diketahui setelah hakim tunggal Asiadi Sembiring memutuskan menunda persidangan hingga Selasa (7/4) esok dengan agenda pembacaan jawaban dari pihak termohon, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi putusan hakim, KPK mengaku tidak keberatan. Lembaga antirasuah menilai hakim memiliki kewenangan penuh dalam menangani suatu perkara, termasuk praperadilan. "KPK menghormati pengadilan. Kami menghargai prinsip pengadilan, ini domain hakim yang menentukan," kata anggota biro hukum KPK, Masyadin.
Sidang diawali dengan pembacaan materi permohonan praperadilan dari pihak Sutan. Dalam pembacaan materi, kuasa hukum Sutan mengajukan perbaikan dan penambahan di beberapa poin, salah satunya di poin 10 mengenai keabsahan status penyidik yang menangani perkara Sutan.
Politisi Partai Demokrat ini ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 14 Mei 2014 atas kasus suap pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perencanaan tahun 2013 di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Atas perbuatannya, Sutan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. (rdk)