"Tahun depan pembangunan bisa mulai sebenarnya. Lelang kita ingin tahun ini dimulai. Saya sudah tugaskan BPKAD (Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah) untuk mengatur bagaimana cara lelangnya," ujar Basuki di Pulau Panjang Besar, Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (7/4).
Untuk menunjang pembangunan bandara, Pemprov DKI sebenarnya telah membangun bangunan anti abrasi di sekeliling pulau panjang besar. Namun, karena sempat ada masalah dalam pelaksanaan pembangunan bandara maka rencana tersebut baru akan direalisasikan Pemprov DKI mulai tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebetulnya di sekeliling pulau ini sudah ada anti abrasinya. Jadi akan sayang sekali kalau hanya ada bandara siapa wisatawan yang mau datang?" ujar Ahok
Kerjasama dengan pihak swasta dipandang penting oleh Pemprov DKI agar proses pembangunan dan promosi wisata di Kepulauan Seribu dapat berjalan efektif nantinya. Apalagi, menurut Ahok, promosi wisata yang bagus dikatakan harus melibatkan pihak-pihak yang telah memiliki jaringan wisata internasional maupun nasional agar dapat berjalan lancar.
"Jakarta sebenarnya mampu membangun Bandara sendiri, tapi agar pesawat datang terus bagaimana caranya? Butuh jaringan wisata yang internasional. Jadi kami ingin eksklusif," kata Ahok.
"Pemprov DKI akan coba merumuskan cara lelang agar swasta (tertarik) membangun, memelihara, mengoperasikan bandara. Nanti mereka dapat untuk reklamasi pembangunan villa tapi Hak Pengelolaan tetap atas nama Pemprov DKI Jakarta," kata Ahok menjelaskan.
Berdasarkan keterangan dari Bupati Kepulauan Seribu Tri Djoko Sri Margianto, Pulau Panjang Besar memiliki luas 40 hektare dan telah terdapat landasan terbang sepanjang 900 meter di dalamnya. (hel)