Menurut anggota Komisi I DPR RI tersebut, kepemimpinan Megawati Soekarnoputri untuk periode 2015-2020 akan menggabungkan kader yang senior dan junior yang memiliki pemikiran. Selain itu gabungan senior-junior akan membentuk masa depan yang berkembang dengan sangat baik.
"Untuk sekretaris jenderal lebih baik jadi regenerasi bagi anak muda," ujar Pramono saat ditemui di Bali, Rabu malam (8/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ibu juga akan mempersiapkan siapa yang akan beliau siapkan untuk lima tahun mendatang. Namanya pemimpin tidak bisa instan tapi pasti digodok dan saya yakin ibu siapkan itu," ujarnya.
Sebelumnya pada Rapat Kerja Nasional PDIP April 2014 di Semarang, semua kader PDI-P sepakat jika ketua umum untuk periode sekarang hingga 2020 nanti adalah Megawati Soekarnoputri. Maka dari itu, kongres di Bali pun benar-benar hanya menjadi ajang pengukuhan sang presiden perempuan pertama dan satu-satunya Indonesia tersebut untuk kembali menjadi Ketua Umum PDIP.
Sementara nama-nama yang bermunculan untuk bisa menjabat status Sekjen PDIP di antaranya adalah Hasto Kristiyanto, Pramono Anung, Puan Maharani, Ganjar Pranowo, serta Joko Widodo. Khusus untuk Puan, beberapa kader PDI-P meyakini dirinya cocok untuk menjabat posisi wakil ketua umum, posisi yang belum pernah ada dalam sejarah PDIP.
Namun wacana untuk memunculkan posisi waketum di PDIP pun muncul seiring dengan semakin dekatnya kongres partai berlambang banteng tersebut. (adt)