Merujuk laman LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diakses CNN Indonesia, Jumat (10/4), Adriansyah hanya mengantongi duit Rp 897 juta per 9 Oktober 2006. Saat itu, Adriansyah sudah menduduki jabatan sebagai orang nomor satu Kabupaten Tanah Laut selama tiga tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga tahun berselang, dalam periode kedua Adriansyah menjabat, dia menjadi tuan tanah di tiga daerah, Banjarbaru, Tanah laut, dan Banjarmasin. Harta khusus untuk tanah dan bangunan, meroket tajam hampir 300 persen hingga Rp 1,419 miliar.
Adriansyah yang kini duduk di kursi Komisi Pertanian, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, dan Pangan DPR ini, rupanya juga memiliki belasan hektar kebun karet. Total nominal kebun tersebut pada tahun 2008 mencapai Rp 177 juta.
Kebun terdiri dari hampir 8 hektare kebun karet, 19.995 meter persegi kebun sayur, dan 2.035 meter persegi kebun kelapa sawit dan karet. Pada tahun 2011, kebun milik Adriansyah berkurang nilai menjadi Rp 125 juta.
Selain itu, pria yang tinggal bertahun-tahun di Tanah Laut tersebut, gemar mengoleksi batu mulia dan logam mulia. Batu dan logam mulia yang ia miliki pada tahun 2006, senilai masing-masing Rp 45 juta dan 30 juta. Namun, jumlah harta tersebut meroket tajam hingga total Rp 500 juta pada tahun 2008.
Dua tahun kemudian, harta tersebut kembali melonjak menjadi Rp 520 juta. Dari data terakhir, Adriansyah memiliki harta giro sebesar Rp 115 juta pada tahun 2011 dan berutang pinjaman uang senilai Rp 305 juta.
Adriansyah saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Kantor KPK dengan status sebagai terperiksa. Dia dicokok Kamis malam (9/4) saat menghadiri Kongres Partai Banteng di Sanur, Bali.
Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK Johan Budi Sapto Pribowo menyatakan operasi tangkap tangan terhadap Adriansyah berujung pada penyitaan sejumlah barang bukti. Dua orang lain berinisial AK diduga sebagai messanger dan seorang pengusaha AH juga masih menjalani pemeriksaan. (rdk)