Nantinya, DPP Projo akan memberikan daftar menteri tersebut kepada Presiden Joko Widodo agar reshuffle (pergantian atau penggeseran) kabinet dapat dilakukan pada semester II tahun 2015.
"Sudah ada 14 orang nama menteri yang harus di-reshuffle (dari Projo). Nama-nama tersebut akan diserahkan ke Presiden pada waktunya. Ya, mungkin kita berikan saat setahun pemerintahan berjalan nanti lah," ujar Ketua DPP Projo Sunggul Hamonangan Sirait di Kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (11/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu Menterinya (dalam daftar Projo) yang bilang 'ga jelas, ga jelas' itu. Dasarnya kita evaluasi kinerja dan perform mereka kalau tidak oke dan tidak 100 persen Nawa Cita dan Trisakti lebih baik out saja," ujar Sunggul seraya tersenyum.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengungkapkan, hingga saat ini belum ada diskusi mengenai reshuffle atau perombakan menteri di kalangan Istana Kepresidenan.
"Tidak ada diskusi itu (reshuffle menteri) sama sekali," ujar Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).
Menurut mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu, evaluasi menteri di Kabinet Kerja bisa dilakukan setiap saat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).
Beberapa hari belakangan berhembus kabar Jokowi akan melakukan reshuffle pada para menteri Kabinet Kerja yang dirasa bekerja kurang maksimal atau kurang pas terhitung sejak pelantikan pada Oktober 2014 silam.
Kabar ini semakin mencuat lantaran semakin rendahnya popularitas Jokowi-JK dan ketidakpuasan masyarakat terhadap beberapa program pemerintah. (gir)