Puan-Prananda Dibentengi Loyalis, PDIP Milik Trah Soekarno

Anggi Kusumadewi, CNN Indonesia | Senin, 13/04/2015 12:03 WIB
Orang-orang Megawati akan membantu memuluskan jalan Puan dan Prananda meneruskan kepemimpinan ibundanya di PDIP. Megawati dan Puan Maharani di Kongres IV PDIP di Hotel Inna Grand Bali Beach, Rabu (8/4). (Antara/Andika Wahyu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Agenda utama Kongres IV Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang baru saja berlalu sesungguhnya bukan pengukuhan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum, melainkan peneguhan regenerasi kepemimpinan puncak partai dari Mega kepada putra-putrinya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo.

Analisis tersebut disampaikan oleh peneliti Center for Strategic and International Studies Arya Fernandes kepada CNN Indonesia, Senin (13/4). Dalam Kongres, Megawati memasukkan Puan dan Prananda ke dalam struktur pengurus inti partai. Puan menjabat Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang Politik dan Keamanan –namun nonaktif agar tak rangkap jabatan dengan posisinya sebagai menteri, sedangkan Prananda menjabat Ketua DPP Bidang Ekonomi Kreatif.

Baca: Akhir Kerja ‘Sunyi’ Prananda Prabowo, Putra Mahkota Megawati


Ini kali pertama Prananda masuk langsung ke dalam kepengurusan DPP. “Artinya Megawati menyiapkan secara baik Puan dan Prananda untuk memimpin partai jika dia tak maju lagi di Kongres 2020,” kata Arya.

Ia melihat jalan Puan dan Prananda memimpin partai telah ‘dijamin’ oleh Megawati. “Formasi kepengurusan DPP PDIP yang baru diisi orang-orang yang loyal kepada Mega. Mereka ini akan membantu memuluskan jalan Puan dan Prananda meneruskan kepemimpinan Mega,” ujar mantan peneliti Charta Politika itu.

Dengan kata lain, Megawati telah menyiapkan pasukan sekaligus lapisan pendukung untuk menyokong Puan dan Prananda. “Itu sah-sah saja. Sebagai seorang ibu, Mega ingin anak-anaknya melanjutkan kepemimpinan dia di PDIP,” kata Arya.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan politikus senior PDIP Pramono Anung menegaskan Puan dan Prananda akan digembleng menjadi pemimpin masa depan partai banteng. Mereka menyebut nama dua cucu Soekarno itu masuk ke pusat struktur PDIP karena hak prerogatif Megawati selaku formatur tunggal yang memilih nama-nama kader untuk ditaruh di kepengurusan DPP.

“Ibu Mega telah memberi sinyal jelas mengenai regenerasi di tubuh partai. Puan dan Prananda ditunjuk (menjadi Ketua DPP) untuk digembleng,” kata Pram.

Waktu lima tahun, dari sekarang ke Kongres PDIP 2020, dianggap cukup untuk mematangkan pengalaman dan posisi politik keduanya. (agk/agk)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK