Namun, Anies mengatakan tidak ada masalah berarti dari kejadian tersebut sebab listrik tak lama langsung menyala. "Saat menyala, jawabannya tidak hilang, melainkan masih tersimpan," kata Anies saat diwawancarai seusai tinjauan UN di kawasan Depok, Jawa Barat, Senin (13/4).
(Lihat Juga: FOKUS Cara Baru Ujian Nasional)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nizam juga berpendapat kejadian itu tidak lantas membuat pelaksanaan UNCBT pada sesi selanjutnya terganggu. Alasannya, jeda waktu antara sesi satu dengan sesi setelahnya cukup lama. "Tidak terganggu, soalnya rentang waktu antara sesi satu dengan kedua cukup lama," kata Nizam.
Sejauh ini, Anies mengatakan baru mendapatkan satu laporan mati listrik saat pelaksanaan UNCBT dari Papua. "Hari ini ada sekitar 2,8 juta siswa yang mengikuti UN. Kami harapkan para siswa mengerjakan UN dengan tingkat kejujuran tinggi," katanya.
(Lihat Juga: Tinjau UN, Ahok Tekankan Kejujuran kepada Siswa)
Sebelumnya, pelaksanaan UN CBT di Kota Jayapura sempat mengalami hambatan listrik mati mulai pukul 09.20 WIT hingga 09.34 WIT. Akibat pemadaman tersebut, sebanyak 756 pelajar dari SMK 2, SMK 3 dan SMK 5 terlambat mengerjakan soal Ujian Nasional, seperti dilansir dari Antaranews.com. (utd)