"Kegiatan akan dipimpin Pak Kabareskrim (Komisaris Jenderal Budi Waseso) sendiri," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakar Brigadir Jenderal Agus Rianto saat ditemui Senin (13/4).
(Baca Juga: Narkotik Anyar dari Balik Jeruji)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama setelah Freddy diboyong ke Ibu Kota, Bareskrim melalukan penggeledahan di Lapas Cipinang dan Salemba. Dalam penggeledahan ditemukan narkotik jenis baru bermama CC4.
(Lihat Juga: Polisi: Efek Narkotik CC4 Setara 10 Kali Lipat Ekstasi)
Menurut sumber tersebut, kekuatan CC4 10 kali lebih kuat dibandingkan Inex. Bentuk narkotik jenis baru ini seperti perangko dan disebut juga sebagai ekstasi kertas.
Sementara itu, Freddy diketahui sebagai otak pengiriman narkotik pada 2012 silam. Dia dicokok seetelah anak buahnya tertangkap Badan Narkotika Nasional ketika hendak menyelundupkan 1.4 juta pil ekstasi dari Tiongkok. Dari penangkapan terungkap penyelundupan tersebut dilakukan atas perintah Freddy.
Padahal, kala itu Freddy telah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang.
Berselang satu tahun, Freddy akhirnya dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat atas dakwaan menjadi otak penyelundupan. Dia sempat mengajukan peninjauan kembali atau grasi, namun tidak berhasil mendapatkannya. (utd)