"Buat Indonesia, Norwegia adalah mitra penting di bidang lingkungan hidup, kerja sama hak asasi manusia, energi, perikanan, dan maritim. Oleh karena itu dalam pertemuan bilateral tadi, bersama dengan Perdana Menteri Solberg, kami telah membahas upaya penguatan kerja sama bilateral," ujar Presiden Joko Widodo usai menerima Perdana Menteri (PM) Kerajaan Norwegia, Erna Solberg, di Istana Merdeka, Selasa (14/4).
Di bidang pelestarian lingkungan, jelas Jokowi, Indonesia dan Norwegia sepakat untuk melanjutkan kerja sama pengurangan emisi karbon di bawah kerangka Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) yang sudah berlangsung sejak 2010. Di bawah perjanjian REDD+, Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 41 persen pada 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, disinggung pula kelanjutan kerjasama di bidang keamanan, pendidikan, serta hak asasi manusia (HAM).
Perdana Menteri Erna Solberg berpandangan, sesama negara maritim, Norwegia dan Indonesia memiliki potensi besar untuk bekerjasama dan memenuhi ambisi Indonesia dalam membangun infrastruktur negara, sektor energi, dan revitalisasi potensi maritim Indonesia.
"Kami memutuskan untuk memperluas kerjasama yang sudah ada di bidang perikanan serta berkooperasi dalam memerangi illegal fishing," ujar Erna.
Selain itu, Erna mengatakan kedua negara menjajaki peningkatan hubungan dagang dengan memanfaatkan Perjanjian Perdagangan Bebas Asean (AFTA) secepat mungkin. "Kami percaya kesepakatan ini akan menambah perdagangan bilateral dan mendorong lebih banyak investasi dari Norwegia ke Indonesia," kata dia. (ags/ags)