"Itu bukan cacat administrasi. Soal kebocoran akan saya sampaikan ke Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, supaya langsung ke pengambil keputusan," ujar Budi ketika dihubungi CNN Indonesia, di Jakarta, Rabu (15/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"UN sekarang tidak seperti kemarin (tahun sebelumnya). UN bukan satu-satunya ukuran kelulusan, jadi hanya memetakan masing-masing orang untuk masuk ke Perguruan Tinggi," katanya.
Sebelumnya, Anies mengaku tahu kebocoran soal UN pada Senin (13/4). Saat itu, ia tengah meninjau UN di Sekolah Luar Biasa Negeri 01 Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Soal UN yang bocor tersebut diunggah oleh sebuah akun Google. "Menurut catatan kami, soal yang bocor itu diunggah pada Sabtu (11/4)," kata Anies saat konferensi pers di Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Rabu (15/4).
Anies kemudian langsung menelepon pihak Google dan juga mengirimkan surat resmi pada Senin sore. Dalam waktu 2 jam, soal UN yang bocor tak bisa diakses.
Saat ini, Anies mengatakan telah mengetahui pemilik akun tersebut. Nama-nama di balik akun tersebut ternyata merupakan orang-orang dari sebuah percetakan yang bekerja sama dengan Kemendikbud untuk mencetak UN. (obs)