Menurut Kepala Staf Angkata Udara Marsekal Agus Supriatna, saat ini penerbangan di Bandara Halim berjalan normal. Selain menjadi pangkalan udara TNI AU, Halim selama ini juga dipakai untuk penerbangan komersil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski terbakar, pilot selamat selamat dan sudah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Sebelum terbakar, pilot menurut Agus melihat api di bagian mesin. Karena itu pilot Letnan Kolonel Penerbang Firman Dwi Cahyo memutuskan untuk membatalkan penerbangan.
F-16 yang terbakar ini menurut Agus merupakan pesawat hibah dari Amerika Serikat produksi tahun 1980-an. Adanya insiden ini membuat TNI Agus menilai lebih baik membeli pesawat baru dibandingkan menerima hibah atau membeli pesawat bekas. (Baca juga: KSAU: F-16 yang Terbakar Pesawat Hibah Produksi 1980-an) (sur)