Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhamad Iqbal menyatakan kasus Karni tergolong berat dan mendapat sorotan luas di Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karni pun tak bisa lepas dari hukuman mati karena keluarga korban tak mau memaafkannya. Oleh sebab itu Karni memang sudah ada di daftar tunggu eksekusi mati pemerintah Saudi. Persoalannya, eksekusi dilakukan tanpa menotifikasi negara asal Karni. (Baca: TKI Karni Juga Dipancung Saudi Tanpa Beri Tahu RI)
Kasus Karni mendapat publikasi luas di Saudi karena orangtua anak yang ia bunuh akhirnya meninggal karena kecelakaan mobil saat dalam kondisi panik mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi menuju rumah.
Oleh sebab itu Karni dianggap secara tak langsung juga menyebabkan kematian majikannya, bukan hanya anak si majikan. Itu sebabnya keluarga korban sampai saat ini tak mengampuni Karni.
Lebih parah lagi, dalam kecelakaan yang menewaskan majikan Karni itu, si majikan menabrak pengguna jalan hingga tewas pula.
Simak selengkapnya di FOKUS: Nasib Siti Dipancung di Saudi
Laman Saudi Gazette, 18 Maret 2013, menceritakan pembunuhan dilakukan Karni ketika kedua majikannya bekerja dan saudara si anak pergi ke sekolah. Ayah Tala, Khalid Al-Shehri, bekerja di perusahaan Saudi Aramco, sedangkan ibunya seorang guru.
Dilaporkan bahwa ibu Tala pingsan ketika mendapatkan kabar anaknya tewas. Dia sampai harus dibawa ke rumah sakit. Sementara saudara Tala yaitu Yara, Lama dan Jana juga dilaporkan dirawat karena syok. (agk)