"Yang paling magnitude adalah apa yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Bagaimana kerusakan kemanusiaan. Bagaimana pembunuhan sampai tidak ada batasnya," ujar Luhut dalam pidatonya di Konferensi Rakyat Asia Afrika di Galeri Nasional, Jakarta, Sabtu (18/4).
Menurut Luhut, pemerintah bakal menekankan pada hiruk pikuk krisis yang terjadi di Suriah, Yaman, dan Nigeria. "Banyak pembunuhan di Suriah, bagaimana juga Boko Haram Nigeria. Sampai sekarang, ada 400 anak gadis sekolah yang belum kembali. Ada juga di Palestina, berapa yang mati," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi |
Lebih lanjut, Luhut menjelaskan Indonesia memiliki peran sentral dan penting untuk menjembatani komunikasi antar negara. "Indonesia bisa punya contoh, bagaimana Indonesia hidup dalam alam demokrasi. Ini contoh yang bisa di-share untuk melihat masalah kemanusiaan dan kesetaraan," ucapnya.
Peringatan 60 Tahun KAA digelar di Jakarta dan Bandung pada 19-24 April. Segmen pertama KAA berlangsung di Jakarta tanggal 19-23 April. Di ibu kota, konferensi akan diisi beberapa pertemuan mulai dari pertemuan tingkat pejabat tinggi, pertemuan tingkat menteri, hingga pertemuan kepala pemerintahan.
Setelah rangkaian acara di Jakarta selesai, pada 24 April seluruh delegasi negara peserta KAA akan bertolak ke Bandung untuk melakukan prosesi napak tilas KAA pertama pada tahun 1955. (adt)