"Saya serahkan sepenuhnya pada Dewan Kebijakaanaan Polri yang pekan ini akan bersidang dan diharapkan akhir pekan ini sudah ditentukan wakapolri," ujar Badrodin saat memantau keamanan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika di Jakarta, Senin (20/4).
Dewan Kepangkatan Tinggi, ujar Badrodin, nantinya akan berdiskusi dan berdebat soal siapa yang paling pantas menjadi wakapolri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badrodin mengatakan, salah satu syarat untuk menjadi pendampingnya adalah harus yang berbintang tiga. Di antaranya adalah mereka yang berada di angkatan '81-87, baiknya yang berada di struktural maupun di luar itu.
Ditanya soal kriteria wakapolri yang diinginkannya, Badrodin mengatkaan "yang bisa bekerja sama dengan saya kapolri”.
"Demi soliditas internal, jika disetujui dalam sidang, maka saya juga setuju," tegas dia.
Beberapa nama sebelumnya sempat beredar. Setidaknya ada delapan nama jenderal berbintang tiga yang dinilai pantas untuk bisa menduduki kursin nomor dua di kepolisian. Hingga saat terakhirm Badrodin tak mau menyebut spesifik nama calon yang ia rasa cocok menjabat sebagai Wakapolri.
Badrodin menganggap pemilihan Wakapolri tak dipengaruhi faktor cocok atau tidak cocoknya seseorang bekerja dengan dia. “Saya pikir kami semua kerja akrab. Semua cocok saja,” ujarnya
Kedelapan jenderal berbintang tiga itu adalah Irwasum Komisaris Jenderal Dwi Priyatno, Kabaharkam Komisaris Jenderal Putut Eko Bayuseno, dan Kabareskrim Komisaris Jenderal Budi Waseso.
Ada pula Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Anang Iskandar, Kabaintelkam Komisaris Jenderal Djoko Mukti Haryono, Kalemdikpol Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Saud Usman Nasution, serta Sekretaris Utama Lemhanas Komisaris Jenderal Suhardi Alius. (sip)