"Tidak ada perdebatan. Itu kekompakan organisasi Polri di situ," kata Budi di Markas Besar Polri, Jakarta, Selasa petang (21/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin hari ini akan diumumkan Kapolri. Jika keputusan Kapolri hari ini ya akan diumumkan. Biar Kapolri yang mengumumkan," ujar dia menegaskan.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyatakan, Istana belum mendapatkan informasi dari Wanjakti terkait nama calon Wakapolri. "Saya belum saya terima, jadi saya tidak bisa mengatakan apa-apa," ujar Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa malam (21/4).
Pagi ini, Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta Pane menyatakan telah digelar Wanjakti Plus yang memutuskan untuk memilih Kepala Lembaga Pendidikan Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan untuk mengisi posisi Tribrata 2.
"Informasi yang diperoleh IPW dalam Wanjakti Plus itu internal Polri sangat solid dan semua jenderal yang ikut Wanjakti Plus menandatangi persetujuan Komjen Budi Gunawan menjadi Wakapolri menggantikan Komjen Badroddin Haiti yang diangkat Presiden menjadi Kapolri," kata Neta dalam keterangan tertulisnya.
Dia juga mengatakan, hasil dari Wanjakti Plus telah diajukan ke Presiden Joko Widodo. Karena itu, dia berharap Mabes Polri segera mengumumkan dan melantik Budi Gunawan sebagai Wakapolri.
Saat ini ada delapan perwira berpangkat komisaris jenderal yang memiliki peluang untuk menjadi Wakapolri mendampingi Jenderal Badrodin Haiti. Mereka adalah Irwasum Komisaris Jenderal Dwi Priyatno, Kabaharkam Komisaris Jenderal Putut Eko Bayuseno, dan Kabareskrim Komisaris Jenderal Budi Waseso.
Ada pula Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Anang Iskandar, Kabaintelkam Komisaris Jenderal Djoko Mukti Haryono, Kalemdikpol Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Saud Usman Nasution, serta Sekretaris Utama Lemhanas Komisaris Jenderal Suhardi Alius. (utd)