Budi tidak mengatakan siapa pelaku yang dimaksud. Namun, sebelumnya, dia sempat mengatakan dalam kasus ini diduga ada keterlibatan satu orang oknum dari Perusahaan Umum Percetakan Negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan melaporkan kebocoran Ujian Nasional kepada Bareskrim Polri, pada Rabu pekan lalu. Selain melaporkan ke pihak kepolisian, Anies juga mengirimkan surat kepada Google untuk memblokir akses atas dokumen-dokumen Ujian Nasional yang bocor dan tersimpan di Google Drive.
Surat Anies untuk Google
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengirimkan surat kepada perusahaan Google untuk meminta pemblokiran akses atas dokumen soal dan kunci jawaban Ujian Nasional. Dokumen UN tersebut dapat diunduh secara gratis di aplikasi Google Drive.
Berdasarkan surat Kemendikbud yang diterima CNN Indonesia, Anies menjelaskan pihaknya telah menemukan bahan materi ujian diunggah oleh pelaku individual tidak bertanggungjawab. Bahan UN tersebut digunakan dalam ujian-ujian yang ada di daerah.
Atas temuan link tersebut, Anies meminta agar Google melakukan tindakan untuk menghentikan akses atas dokumen tersebut.
"Respon cepat Anda sangat dihargai. Sangat mendesak bahwa kami dapat memastikan integritas dalam pelaksanaan Ujian Nasional," kata Anies.
Lebih jauh lagi, Anies juga meminta bantuan kepada Google untuk menyediakan informasi terkait jumlah traffic, unduhan dan data penting lainnya untuk bahan investigasi kementerian selanjutnya.
Dalam surat itu, Anies kemudian menyatakan bahwa pihaknya telah melaporkan kebocoran tersebut ke penegak hukum, dalam hal ini, bareskrim Polri. "Bantuan Anda dalam waktu dekat sangat kami hormati."
Sementara itu, Manajer Komunikasi Google, Jason Tedjasukmana mengatakan pihaknya telah memblokir akses atas dokumen UN yang ada di Google Drive setelah menerima permintaan Mendikbud.
"Kami sangat prihatin mengetahui Google Drive telah disalahgunakan untuk menyimpan bocoran soal Ujian Nasional., Setelah menerima permintaan pemerintah, kami mengambil langkah cepat dengan memblokir akses," kata Jason kepada CNN Indonesia.
(sip/sip)