Titiek mengatakan, koalisi pemerintah akan menjadi kuat jika Partai Golkar mengalami konflik seperti sekarang.
"Pastinya itu, mereka memancing di air keruh saat Partai Golkar mengalami konflik atau rusuh," kata Titiek saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (23/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Titiek mengaku keluarga Cendana prihatin dengan konflik berkepanjangan yang melanda Partai Golkar. Dia pun berharap agar konflik kali ini bisa selesai dengan cepat dan damai.
Menurut Titiek, Tommy lebih cocok untuk bisa berhubungan dengan kubu Agung Laksono. "Saya 'kan dari kubu Bali dan mungkin Tommy lebih netral maka dia yang cocok berhubungan dengan kubu Ancol. Namun tidak berarti Tommy condong ke kubu sana," ujarnya.
"Tommy menyatakan kenapa ini tidak bisa berdamai. Prihatin, ada yang melakukan pencongkelan fraksi," kata Titiek melanjutkan.
Sebelumnya, Tommy Soeharto, sang putra bungsu mendiang Presiden Soeharto, kembali aktif berkiprah di Golkar. Tak hanya bertemu Ketua Umum Golkar Munas Bali Aburizal Bakrie alias Ical, dia juga bertemu dengan seluruh perwakilan Dewan Pimpinan Daerah I Golkar tingkat provinsi se-Indonesia.
Menurut sejumlah orang dekatnya, Tommy ingin menyelamatkan Partai Golkar yang kini terbelah antara kubu Ical dan Agung Laksono. "Kecintaan Mas Tommy kepada Golkar besar sekali. Mas Tommy melihat Golkar sebagai warisan bapaknya," kata Justiani, mantan Ketua Tim Sukses Tommy di Musyawarah Nasional Golkar Riau tahun 2009, kepada CNN Indonesia, Rabu (22/4). (obs)