Kabid Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Sulistyo Pujo Hartono, saat dihubungi CNN Indonesia, Minggu (26/4) mengatakan, berdasarkan KTP, pria yang diduga menculik anak Dandim Semarang tersebut bernama Hasyim Asyari, berusia 31 tahun. Hasyim tinggal di Desa Purwodadi, Kecamatan Sidayu, Gresik, Jawa Timur. Hasyim bekerja sebagai guru.
Pujo menambahkan, hasil pemeriksaan sementara, Hasyim dan putri Dandim Semarang ini adalah teman dekat. “Ya teman dekat begitulah. Tapi sepertinya bapak yang perempuan tidak tahu, terang Pujo. Polisi, papar Pujo, masih mendalami bagaimana kedua nya bisa berkenalan dan sejak kapan perkenalan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Hasyim menunggu jemputan serse Klaten karena kejadiannya kan di Klaten. Makanya yang menangani ya Polres Klaten. Kami hanya membantu saja,” ujarnya.
Disebutkan bahwa kelar UN, Jihan pergi bersama seorang lelaki yang mengaku saudaranya dari SMA 1 Klaten, tempat di mana Jihan sekolah. Tidak ada tahu mereka pegi ke mana. Sejak pergi tersebut selama sembilan hari, Jihan tidak memberikan kabar kepada keluarganya. Dugaan sementara, Jihan dihipnotis sehingga mau ikut pergi.
Keluarga bersama polisi maupun TNI melakukan pencarian terhadap Jihan. Dari sinyal terakhir yang didapat sebelum akhirnya Jihan berhasil ditemukan, Jihan berada di wilayang Sumedang, Jawa Barat. (hel)