"Nanti akan kami paksa agar semua RS swasta mau melaksanakan program JKN," kata Jokowi saat melakukan pidato sebelum pembagian tiga kartu sakti di di kantor Kelurahan Desa Taman Martani, Sleman, kemarin. Senin (4/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fachmi menegaskan, semua rumah sakit harus mau menerima peserta BPJS Kesehatan dalam keadaan darurat, meskipun tempat tersebut belum bekerja sama dengan pihaknya. Fachmi mengatakan, hal itu termaktub dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
Selain didampingi oleh Dirut BPJS Kesehatan, dalam pemberian perdana secara simbolis tiga kartu sakti yakni Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Jokowi juga ditemani oleh ibu negara Iriana Jokowi, beserta empat menteri terkait.
Keempatnya adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.
Di Sleman, Puan mengungkapkan , sebanyak 1216 KIP telah diberikan kepada pelajar, 1.806 kepala keluarga telah menerima KKS, sedangkan sebanyak 4415 KIS juga telah diserahkan. Untuk penerima KKS, warga nantinya akan menerima bantuan dana sebesar Rp 600 ribu per tiga bulan.
"Kami harap siapapun yang menerima kartu ini bisa memanfaatkannya. Semoga pula tidak ada kendala dalam mencairkan uangnya," kata Puan. (meg)