Tambahan bus tersebut, dikatakan Ahok - begitu dia disapa - akan digunakan untuk menambal kekurangan bus akibat berhentinya operasional bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) di jalur Transjakarta dalam waktu dekat ini.
"Kita bisa dapat kira-kira 700-an bus tahun ini dengan semua kopaja gabung. Kita (tambah jumlah) Kopami dan Kopaja, kan ganti besar," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (8/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau APTB itu mau diubah masuk menjadi metode rupiah per kilometer, mereka akan berubah jadi Transjakarta. Semua jadi di bawah koordinasi Transjakarta. Kalau ditolak tawarannya, Pemprov akan beli bus yang lain," kata Ahok.
Rencana Organisasi Angkutan Daerah (Organda) untuk melarang Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus TransJakarta (APTB) melintasi jalur bus TransJakarta diprotes oleh warga DKI Jakarta.
Meskipun dikenai biaya tambahan, warga menilai keberadaan APTB cukup efektif untuk mengatasi persoalan keterbatasan armada TransJakarta.
Salah satu pengelola akun @naikum di jejaring sosial Twitter, Andreas Lucky Lukwira, mengatakan semestinya bus APTB tetap diperbolehkan melintas di jalur TransJakarta.
"Solusi saya, APTB tetap ada namun menggunakan tiket integrasi seperti sebelum Juli 2014," kata Andreas.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Aulia (24), seorang warga ibu kota yang kerap menggunakan jasa bus APTB dan Transjakarta. Pria yang tinggal di daerah Kedoya, Jakarta Barat, itu mengatakan bahwa dirinya lebih setuju jika model pembayaran terintegrasi yang diterapkan. Alih-alih bus APTB mesti dibatasi hanya melintas sampai perbatasan wilayah DKI
(hel)