"Sekarang konsumsi air masyarakat Indonesia sudah mirip seperti warga Amerika. Mandi menggunakan shower dan flushing, tapi kita tidak menyesuaikan langkah penyelamatan air kita. Oleh karena itu, gerakan revitalisasi ini menjadi sangat penting dan saya mengajak masyarakat untuk turut serta dalam upaya revitalisasi air," ujar Siti saat membuka Pameran Hari Air Dunia XXIII tahun 2015 di Taman Kota Waduk Pluit, Jakarta Utara, Sabtu (9/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan yang sama, Siti bercerita mengenai pengalamannya mengupas ilmu tentang air semasa dia bersekolah. Kala itu, Siti mengetahui bahwa tiap orang di Indonesia rata-rata mengkonsumsi air sebanyak 60 hingga 90 liter per-harinya.
"Kalau saya sih optimis jika gerakan revitalisasi ini akan bisa berjalan. Tinggal koordinasinya saja (antar kementerian yang terkait). Kan, konsepnya kemitraan. Pasti ada pelibatan masyarakatnya juga. Apalagi saat ini aktivis (di isu air) telah banyak berkembang," ujar Siti.
Dalam penandatanganan GN-KPA tadi, turut terlibat Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kementerian Perumahan Rakyat, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, Kementerian Agraria, dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
(meg)