"Belum ada, dia masih tidak mau (gagas munaslub)," ujar Elza saat dihubungi oleh CNN Indonesia, Ahad (10/5). Elza mengatakan dirinya belum mendapatkan panggilan diskusi dari Tommy untuk membahas soal langkah politik yang akan diambil oleh Pangeran Cendana itu. (Baca juga: Dua Penghambat Tommy Nakhodai Partai Beringin)
Meski Elza mengaku belum mendapatkan perintah soal pertemuan untuk membahas soal langkah politik, Tommy bergerak aktif di lini masa twitternya. Melalui akun @HutomoMP_9, dia menyebutkan bahwa sebaiknya munaslub dilakukan sebelum pilkada serentak digelar. Munaslub harus dilakukan agar Golkar mampu fokus dalam mempersiapkan dan menghadapi persaingan di daerahnya masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilkada nampaknya menjadi perhatian Tommy. Ia menilai kesuksesan Golkar ke depan bisa dimulai dan diraih lewat pilkada.
Selain masukan dan usulan, dalam lini masanya, Tommy juga menyindir beberapa pihak yang ia tak mau jelaskan secara terang untuk tidak mengambil keuntungan dari Golkar. Persoalan uang, katanya, jangan menjadi kendala untuk lantas urung menyelenggarakan MLB.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Agung Laksono, Yorrys Raweyai menyatakan, satu-satunya jalan bagi Tommy Soeharto untuk masuk dan jadi ketua umum adalah jika dia menang dalam Munaslub Golkar. “Mau lewat jalan mana lagi? Satu-satunya ya lewat Munaslub. Tak ada yang lain,” kata dia. (BACA FOKUS: Jalan Tommy ke Pucuk Beringin)
Hal serupa, ungkap Yorrys, sebenarnya sudah pernah dilakukan di Munas Riau 2009 lalu. Tommy Soeharto maju menjadi salah satu calon ketua umum Golkar. Majunya Tommy waktu itu, ungkap Yorrys, memancing para kader-kader muda Golkar untuk maju meramaikan bursa calon ketua umum. “Jadi itu sangat bisa dilakukan,” ungkapnya.
Sayangnya, harapan Tommy tampanya bakal pupus. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar versi Munas Ancol Lawrence Siburian mengungkapkan hal tersebut. Menurutnya dua kubu yang sedang berkonflik saat ini tidak ada yang menginginkan munaslub dilaksanakan maka saran dari Pangeran Cendana tak mungkin terlaksana.
"Begini, saat ini Partai Golkar terbagi dalam dua kubu yaitu kubu Aburizal Bakrie dan kubu Agung Laksono, hanya ada dua kubu. Dari dua kubu tersebut, Aburizal Bakrie tidak ingin menyelesaikan masalah lewat munaslub, Agung Laksono pun demikian, jadi tak mungkin terlaksana," kata Lawrence saat dihubungi CNN Indonesia, Ahad (10/5).
"Tidak ada kubu ketiga yang menginginkan adanya munaslub, jadi sekali lagi saya tekankan itu tidak mungkin," ujarnya menambahkan. (Baca juga: Mantan Timses Sebut Ada Pertemuan antara Tommy, Ical & Agung).
(hel)