Padahal menurut Ahok, uang sebanyak itu bisa dipakai untuk membeli truk sampah baru. "Tahun lalu habis Rp 400 miliar, itu yang saya marah-marah," kata Ahok usai menerima hibah truk dari PT Pelindo II di Balaikota, Jakarta, Senin (11/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan kondisi saat ini di mana trus milik swasta tersebut tidak bisa dikontrol. Misalnya ada oknum sopir truk yang mengangkut sampah karangan bunga dari rumah duka atau sampah restoran namun biayanya dibebankan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pemprov DKI memang bukan tidak membeli truk sampah. Tahun ini direncanakan pembelian sekitar 380 unit. Tahun depan direncanakan pembelian baru 30 unit. Truk sampah yang didatangkan ini selanjutnya akan segera dipasangi GPS agar mudah dikontrol.
Jika sudah terpasang GPS, semua pihak bisa mengawasi operasi truk tersebut melalui aplikasi Smartcity. Termasuk rute dan keberadaan truk-truk tersebut. "Kalau ada yang keluar rute ditangkap," katanya. (Baca juga: Ahok: Rahasia Umum, Pelanggan PSK Kelas Atas Kalangan Pejabat) (sur)