Dalam survei Indo Barometer yang dirilis pada awal April lalu, misalnya. Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut dinilai sebagai menteri yang paling dikenal masyarakat, yaitu dengan persentase 32,1 persen.
Ia mengalahkan ketenaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Selain itu, masih dalam survei yang sama, ia juga dinilai sebagai menteri dengan kinerja terbaik. (Baca juga: Survei PolComm: Kinerja Menteri Susi Paling Diketahui Publik)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susi juga bercerita tentang seorang perempuan dari Bangka Belitung yang mengatakan dirinya telah berulah dengan melarang pertambangan timah di sana. Perempuan tersebut meyakini pertambangan timah adalah sumber kehidupan bagi warga Bangka Belitung. Karena kaya akan timah, ada kehidupan dan listrik di sana.
Susi mengaku terkejut dengan pernyataan tersebut. Menanggapi itu, Susi mengatakan dirinya memang sengaja membuat surat ke Gubernur Bangka Belitung agar menyisakan satu pulau yang dijaga khusus nelayan. Hal tersebut ia lakukan karena mendengar keluhan nelayan bahwa tidak ada lagi tempat mencari ikan di sana.
"Nilai saya adalah ULAH. Saya sadar akan realita di negeri tercinta, pejabat negara apapun levelnya tidak punya nilai lain. Bisnis = nilai anda," tulis Susi dalam akun Twitternya, pada Kamis (14/5).
Setelah mencurahkan semua kekesalannya, Susi kemudian mengungkapkan harapannya agar masyarakat serta para pelaku bisnis bisa melihat bahwa ada menteri yang menjunjung tinggi nilai yang tidak bisa dibeli dengan uang. Nilai tersebut, menurut Susi, berarti penting, di antaranya integritas, harga diri, kebebasan berpikir, dan tata krama. (sip)