Retno mengatakan indeks integritas yang disusun untuk mengukur kejujuran provinsi dan sekolah dalam melaksanakan ujian nasional (UN) 2015 itu tidak jelas karena Kemendikbud tidak juga transparan dalam menjelaskan parameter dan formula yang digunakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menilai ada kemungkinan beberapa siswa masih menjalankan UN dengan jujur meski mayoritas siswa lainnya tidak jujur. "Kasihan siswa yang sudah jujur di sekolah atau provinsi yang punya indeks integritas buruk," katanya.
Sebagai solusi, Retno berpendapat UN tidak perlu menjadi bahan untuk pembuatan indeks integritas ataupun menjadi salah satu syarat masuk PTN.
"Lagipula, kebocoran UN menyebabkan hasilnya tidak lagi valid sehingga seharusnya tidak digunakan sebagai salah satu syarat masuk PTN serta mengukur integritas kejujuran sekolah," ujarnya. (ded/ded)