Tujuan pertama mereka saat ini menggelar demonstrasi di Kementerian Dalam Negeri dan Mahkamah Agung. Mereka hendak menuntut, di antaranya, perbaikan Peraturan Daerah dan judicial review Perda yang lebih mendukung kesejahteraan buruh. (Baca juga: PDIP: Unjuk Rasa Jangan Sampai Gulingkan Jokowi)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misi unjuk rasa mereka akan berakhir di Istana. Memanfaatkan momentum Hari Kebangkitan Nasional, massa berniat menyuarakan sejumlah kritik terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo yang dianggap belum juga membuahkan hasil untuk kepentingan rakyat. (Baca juga: Tommy Soeharto Berkicau Soal Isu Kebangkitan Nasional)
Unjuk rasa pada Hari Kebangkitan Nasional, sedikitnya diikuti oleh 4 ribu orang dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa. Para demonstran akan berkumpul terlebih dahulu di Bundaran HI sebelum bergerak ke beberapa sasaran lokasi. (Baca: Mahasiswa dan Pemuda akan Bergerak Menuju Istana Siang Ini)
Berdasarkan keterangan Divisi Humas Polda Metro Jaya, hari ini akan ada sejumlah kegiatan massa seperti unjuk rasa, mimbar bebas, dan aksi mogok. Lokasi yang menjadi titik aksi yaitu Istana Negara, Gedung KPK, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, DPR/MPR serta beberapa lokasi strategis lainnya.
Pada apel gelar pasukan di halaman Mapolda Metro Jaya, Selasa (19/5) kemarin, Inspektur Jenderal Pol. Unggung Cahyono menyatakan bahwa kepolisian bekerja sama dengan TNI akan mengerahkan kurang lebih sebanyak 7 ribu personelnya. “Semua untuk mengamankan jalannya unjuk rasa di beberapa titik di DKI Jakarta saat peringatan Hari Kebangkitan Nasional,” ujar Unggung. (pit)