Salah satu pedagang di Pasar Kramat Jati, Darmaji, baru mendengar isu beras plastik dari pelanggannya pagi tadi. “Para pembeli sambil bercanda menanyakan beras plastik, ‘Ini beras plastik bukan Pak?’” kata dia kepada CNN Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Jakarta Timur, rata-rata pedagang beras memesan barang jualan mereka dari pengepul beras di kawasan Cipinang yang tak terlalu jauh dari Bekasi, lokasi ditemukannya beras plastik. Meski demikian, Darmaji dan Darsono tak khawatir.
Menurut Darsono, jika barang yang ia terima dari induk berkualitas buruk, misalnya berkutu, dia akan mengembalikan beras tersebut. "Kami kan juga enggak mau pelanggan kami kabur," ujarnya.
Darmaji memperkirakan peredaran beras plastik tak akan sampai ke pusat kota Jakarta. Menurutnya, perdagangan beras palsu biasanya berlangsung di pinggiran Jakarta.
Walau para pedagang di Pasar Kramat Jati belum terpengaruh isu beras plastik, rekan mereka di Pasar Induk Cipinang justru sudah mulai terganggu. Meski beras plastik tak beredar di sentra perdagangan beras Jakarta Timur, namun isu negatif membuat pedagang takut salah jual. Sebaliknya, pelanggan pun khawatir keliru membeli.
“Pastilah ini mengganggu kami. Bayangkan, 250 juta rakyat Indonesia itu makan beras,” kata Jamalus, salah satu pedagang. (Baca: Beras Plastik Beredar, Pedagang Cipinang Mulai Terganggu)
Beras plastik pertama kali terungkap berdasarkan laporan warga yang membelinya di Pasar Mutiara Gading, Bekasi. Penjual beras itu telah diinterogasi oleh polisi dan mengaku memperoleh beras tersebut dari distributor di Karawang.
Ia tak menerima beras plastik langsung dari distributor di Karawang tersebut, melainkan melalui penjual lain. Toko miliknya kini ditutup, dan beras plastik yang dijual di sana sedang diuji sampel oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan serta Kementerian Pertanian untuk diuji kandungannya. (Baca: Uji Beras Plastik, Kepolisian Datangi Kementerian Pertanian) (agk)