Menteri Sekretaris Negara Pratikno merasa tak ada masalah dengan pemilihan anggota Tim Pansel KPK yang diisi oleh para srikandi itu. (Baca: Jokowi Umumkan Sembilan Nama Anggota Tim Pansel KPK)
"Memang kalau cowok semua enggak bertanya. Ini cewek semua baru ditanya. Pansel-pansel sebelumnya juga banyak yang cowok," ujar Pratikno di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (21/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu mengungkapkan, Jokowi telah memilih sembilan nama tersebut dari sekitar 40 nama calon yang diajukan. "Beliau (Presiden) membaca profilnya, setelah prosesnya panjang. Dua minggu terakhir akhirnya memutuskan nama-nama itu," ujar dia.
"KPK sebagai lembaga negara yang berwibawa, jaga kewibawaan lembaga negara lain melalui pengembangan pemerintahan yang bersih, sekaligus KPK yang bersinergi dengan Kepolisian dan Kejaksaan. Ini penting, upaya kita untuk cegah korupsi secara komprehensif," kata Pratikno.
"Latar belakangnya ya itu. Kalau ketemu semua perempuan, semua laki-laki ya sama saja," ujar dia menyimpulkan.
Pratikno menuturkan, kesembilan anggota Tim Pansel KPK tersebut belum bertemu dengan Presiden. Alih-alih, ucap dia, mereka baru ditanya kesediannya. "Habis ini Presiden akan undang Pansel, menegaskan semangat Presiden (soal) pembentukan KPK ke depan. Mulai bekerja secepatnya, setelah dipanggil," kata dia.
Batas waktu yang diberikan oleh Presiden, sebut Pratikno, adalah minggu depan. "Ya secepatnya, minggu depan," ujar dia.
Ia lantas menegaskan bahwa pengumuman hasil nama-nama ini bukan karena pergolakan yang terjadi pada masyarakat beberapa hari belakangan. Pasalnya, Jokowi telah memilih kesembilan nama ini sejak dua minggu sebelumnya.
(obs)